AKADEMI FILM YOGYAKARTA

PROGRAM STUDI D3 PRODUKSI FILM DAN TELEVISI

JFA OPENING

PENGAJAR

Ifa Isfansyah Lahir tahun 1979. Tahun 2001, mendirikan komunitas film independen Fourcolors Films. Tahun 2002, Air Mata Surga adalah film pendek pertamanya, bersama Eddie Cahyono. Tahun 2002 penanyangan film Mayar di Festival Film Internasional Rotterdam. Tahun 2006, penayangan film Harap Tenang, Ada Ujian! pada festival film di Indonesia, Jepang, Kazakhstan. Pada tahun yang sama ia menerima beasiswa untuk belajar film di Im Kwon Taek Film School di Dongseo University, Korea Selatan. Tahun 2007 merilis Setengah Sendok Teh. Ifa isfansyah membuat debut film fiturnya dengan Garuda di Dadaku, yang dirilis 18 Juni 2009; menjelaskan seorang anak muda yang bermimpi bermain di liga sepak bola Indonesia. Pada 10 November 2011, ia merilis film panjang keduanya, Sang Penari yang terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk Oscar Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-85.
Ifa Isfansyah
Sutradara
Kamila Andini Lahir pada 6 Mei 1986, berkuliah di jurusan sosiologi di Deakin University di Melbourne, Australia. Mulai bekerja sebagai sutradara video musik untuk grup seperti Ungu dan Slank, serta dokumenter tentang musik dan laut. Salah satunya, Lagu untuk Tukik yang diputar di Festival Film Sains Goethe Institute tahun 2012. Tahun 2009 ia dibantu ayahnya dalam mengarahkan Generasi Biru, tentang band Slank. Tahun 2009 The Mirror Never Lies menjadi film pertamannya, dan ia masuk nominasi Sutradara Terbaik pada Festival Film Indonesia (IFF) 2011 dan kemenangan dalam kategori yang sama pada Festival Film Bandung tahun berikutnya. Tahun 2017 ia merilis film The Seen and the Unseen, yang memenangkan Penghargaan Fiksi Fitur Festival Film Adelaide pada tahun 2019. Film terbarunya, Yuni, dijadwalkan tayang perdana dalam program Platform di Festival Film Internasional Toronto 2021.
Kamila Andini
Sutradara & Scriptwriting
Antonius Tonny Trimarsanto Lahir Oktober 1970. Dikenal sebagai sutradara dan fasilitator workshop film dokumenter. Ia merupakan Lulusan dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Serambi (2005) salah satu filmnya, adalah film Indonesia pertama yang masuk dalam Un Certain Regard di Festival Film Cannes, 2006. Karya pertamannya yang berjudul Renita-Renita ini bertemakan transgender dan diputar di puluhan festival film di berbagai negara. Setelah memenangi penghargaan sebagai Best Short Asia di Cinemanila International Film Festival 2007 di Manila dan Best Film di Culture Unplugged International Film Festival 2009 di India. Tonny membuat film perjalanan pulang Renita dari Jakarta ke kampung halaman. Film berdurasi 98 menit ini juga diputar di beberapa negara, salah satunya yang bergengsi di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA).
Antonius Tonny Trimarsanto
 Producing Documentary

Selengkapnya...

Informasi Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru 2022/2023 klik disini