DOSEN TETAP

BERANDA / PENGAJAR / DOSEN TETAP

DOSEN TETAP

Tri Wahyudi

Lahir tahun 1982 dan menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Sastra di UGM. Dosen di Akademi Film Yogyakarta, mengampu mata kuliah scriptwriting. Menekuni penulisan cerita pendek tiga paragraf, beberapa diantaranya sudah dicetak dalam bentuk antologi, Terlibat di beberapa proses kreatif kesenian Yogyakarta, antara lain Co-Produser Pentas Drama "Kolosal Njemparing Rasa (2014)", Co-Produser Pentas Teater Kolosal "Cupu Manik Hasthagina (2015)".

Wahyu Utami

Lahir tahun 1988 dan menyelesaikan studi Penciptaan Videografi di Institut Seni Indonesia. Tahun 2010 mulai menjadi Assistant Director FTV "Jogja Titik Nol", "Senandung Bidadari" dari Kalika Production, Pada Tahun 2015 menjadi Assistant Director Film layar lebar Surga yang tak dirindukan (Dapur Film, Jakarta), dan juga dari beberapa film pendek dan film dokumenter lainnya seperti The Unseen Words berhasil merah penghargaan sebagai film dokumenter pendek terbaik di Festival Film Indonesia 2017.

Suharmono

Lahir tahun 1983 dan merupakan lulusan S2-Sastra UGM. Saat ini tengah menempuh program S3 Ilmu-ilmu Humaniora di UGM. Karya tulisnya dimuat dalam: Satu Kata Istimewa, Di Pangkuan Yogya, Lintang Panjer Wengi, Parangtritis, Semesta Wayang, Senyum Lembah Ijen, Risalah Tubuh di Ladang Kemarau, Coretan Pandemi Bantul, Obituari Rindu, dan Onrust. Penah menjadi Direktur Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest 2019), Produser Pentas Kolosal Njemparing Rasa (2014) dan Cupu Manik Hastagina (2015). Skenario yang sudah difilmkan adalah Rantang (Suryakanta, 2015) dan Incang-inceng (Hompympaa, 2017).

Kelik Sri Purnomo

Lahir tahun 1977 dan menyelesaikan studi fotografi di Institut Seni Indonesia. Tahun 2006 mulai menjadi Director of Photography dari beberapa film pendek Ifa Isfanyah termasuk Harap Tenang, Ada Ujian! Dan Setengah Sendok Teh. Film-film tersebut berhasil merah penghargaan sebagai film pendek terbaik di Festival Film Indonesia 2006 dan juga Best Asian Short Film di Hongkong Independent Film-Video Award 2008.

Yusmita Akhirul Latif

Lahir tahun 1988, menyelesaikan studi jurusan videografi di Institut Seni Indonesia. Mulai bergabung dengan industri perfilman pada 2009-2012 sebagai tim produksi dan manajemen film dengan judul film Sang Pencerah, The Power Of Love yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dan beberapa serial FTV. Tahun 2013 terlibat dalam pembuatan Film Pendek berjudul Pendekar Kesepian yang masuk ke dalam International Film Festival Rotterdam 2015. Menjadi penulis skenario dan Producer untuk film Animasi berjudul Christina Martha Tiahahu dan mendapatkan juara film animasi nasional tahun 2016.

Ardian Friatna

Lahir tahun 1983 dan menyelesaikan studi videografi di Institut Seni Indonesia. Tahun 2009 mulai menjadi Director Film Pendek “OENTOEK SOEMARSIH", 2011 - 2015 menjadi Director Video Clip DEATH VOMITH, Director & kameraman Film dokumenter observasional “The City Bike", Director “DEKONSTRUKSI” Dokumenter eksperimental, dan juga 2018 Director Of Photography Film indie “Guyangan Realita, Rindu dan Ambisi”

Winda Pramesti

Lahir tahun 1993, menyelesaikan studi jurusan penciptaan Film di Institut Seni Indonesia. Di tahun 2012-2014 banyak bekerja di devisi make up dan hair do, setelah itu lebih sering di Tim produksi dan Line Producer baik series, film panjang dan Iklan komersil. Judul film yang pernah di kerjakan film pendek “ Not For Sale “ sebagai Line Producer, film Danais “ NENG KENE AKU NGENTENI KOE “ sebagai Production Assistant, Web Series Buttonijo sebagai Line Producer “ Kampung Berseri, “Beneath The Secret Land”, Line Producer Iklan Komersil Youtube GOTA, Line Pro film “ Cinta Itu Bangsat”, asisten Line Producer Film “ Kembalilah Dengan Tenang”, Producer Lapangan Company Profile Hyat-Hyarta Jogja, Line Producer Film “Garis Waktu”, Tim Produksi series 17 Selamanya.

Informasi Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru 2021/2022 klik disini