You are currently viewing Lokakarya Pembuatan Film Fiksi di Desa Kemuning

Lokakarya Pembuatan Film Fiksi di Desa Kemuning

Lokakarya Pembuatan Film Fiksi di Desa Kemuning sebagai bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh dosen-dosen Akademi Film Yogyakarta ini diadakan pada tanggal 27 – 29 Juni 2024 di Medjora Café Kemuning. PKM ini dilatarbelakangi oleh masalah-masalah yang sedang dihadapi di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi cukup kompleks terkait alih fungsi lahan Kebun Teh Kemuning. Pembukaan lahan perkebunan teh yang semula digunakan sebagai daerah resapan air menjadi bangunan mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu kegiatan PKM dari dosen-dosen Akademi Film Yogyakarta dengan adanya permasalahan ini diupayakan menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi. PKM ini mengusulkan diadakannya lokakarya pembuatan film fiksi pendek dengan tujuan mengedukasi Masyarakat desa Kemuning tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan dampak dari ahli fungsi lahan. Serta bisa mendorong partisipasi aktif Masyarakat dalam menyuarakan aspirasi dan harapan  terhadap masa depan desa Kemuning ini.

Kegiatan lokakarya selama 3 hari ini dibuka dengan acara perkenalan dengan perangkat desa setempat. Dosen-dosen yang terlibat dalam lokakarya ini antara lain Dimas Erdhinta, M.Sn., Ardian Friatna, M.Sn., Driepuza Ryan Fortunanda, M.Sn., Edy Wibowo, M.Sn., Wahyu Utami, M.Sn., dan Tri Wahyudi, M.A.. Lokakarya hari kedua diisi dengan materi penyutradaraan oleh Wahyu Utami, M.Sn., materi penulisan naskah oleh Tri Wahyudi, M.A., materi Artistik oleh Edy Wibowo, M.Sn., materi Sinematografi oleh Ardian Friatna, M.Sn., materi Sound oleh Dimas Erdhinta, M.Sn., dan diakhiri oleh materi Editing oleh Driepuza Ryan Fortunanda, M.Sn.. Puncak dari kegiatan PKM selama 3 hari ini adalah pembuatan film pendek dengan durasi 3 menit oleh peserta lokakarya dengan judul film “KERUH”. Film ini bercerita tentang seseorang yang mencari galon air dan susah ditemukan, setelah galon air didapat ternyata harga yang ada mahal sekali. Peserta lokakarya ini menghasilkan film pendek ini hanya dengan bantuan kamera dari Handphone.

Diharapkan dengan adanya lokakarya ini bisa memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan wadah bagi Masyarakat desa Kemuning untuk menyuarakan aspirasi terhadap masa depan desa  Kemuning.