Mahasiswa Organisasi Suryakanta dari Akademi Film Yogyakarta, berkolaborasi dengan Selasa Screening dan Social Movement Institute, telah sukses menyelenggarakan pemutaran film dan diskusi dengan tajuk “Membingkai Perempuan: Perempuan dan Ruang-Ruang Negosiasi”.
Pemutaran film dan diskusi ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 18.00–21.20 WIB di Pendopo Kampus II Akademi Film Yogyakarta, dengan suasana lesehan santai yang menghadirkan atmosfer nyaman, hangat, dan penuh keakraban.
Di bawah koordinasi Steven Antonio Dramawan sebagai Ketua Pelaksana, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin Selasa Screening, dan menjadi medium penting untuk menampung dan menyuarakan keluhan, aspirasi, serta pengalaman perempuan terhadap ketidakadilan dan kekerasan yang masih terjadi di berbagai ruang kehidupan.
Pemutaran film dan diskusi ini menampilkan dua film pilihan bertema perempuan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi reflektif dan kritis. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang kuat di bidang seni dan sinema:
- Dewi Candraningrum, seniman, penulis, dan aktivis feminis yang konsisten memperjuangkan suara perempuan melalui karya dan gerakan sosial.
- Lila Rosanti Alumni Akademi Film Yogyakarta, seorang produser lulusan angkatan Wisuda ke-IV, yang membagikan perspektifnya tentang peran perempuan di balik layar industri film.
Di bawah bimbingan dan pengawasan Bapak Suharmono, M.A. selaku Ketua Kemahasiswaan, acara ini berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari peserta.
Sebanyak 71 peserta menghadiri festival ini, berasal dari beragam institusi pendidikan dan komunitas, antara lain:
- Universitas Amikom Yogyakarta
- Universitas Avikom Yogyakarta
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN)
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
- Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
- Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
- Social Movement Institute
Pemutaran film dan diskusi ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya film, tetapi juga menjadi forum advokasi dan solidaritas bagi perempuan untuk melawan ketidakadilan, kekerasan, dan ketimpangan sosial melalui medium sinema.
Penulis :
Ardian Friatna, M.Sn.1
Tri Santika2