Yogyakarta, 18 Agustus 2025 – Akademi Film Yogyakarta (AFY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan dunia pendidikan dan perfilman Indonesia dengan menyelenggarakan Kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Konsentrasi Keahlian Produksi Film (Film Fiksi) Gelombang 2.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2025 ini, AFY bersama Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Vokasi dan Produktivitas (BBPPMVP) memproduksi sebuah film pendek berjudul “Hujan Tanpa Musim”. Film ini diproduksi menggunakan Jimmy Jib dan kamera Sony FX9, sebagai media praktik langsung bagi para guru SMK dalam memahami tata artistik dan proses produksi film fiksi.
Meskipun menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan, seluruh tim produksi tetap kompak dan penuh semangat. Proses produksi ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya:
- PT Elang Perkasa Film yang memberikan dukungan berupa peralatan Jimmy Jib.
- PT BSM Rental Yogyakarta yang menyuplai sejumlah peralatan pendukung produksi.
- Muvie.id yang turut membantu mengoperasikan Jimmy Jib.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan alumni Akademi Film Yogyakarta, serta didampingi oleh para dosen ahli di bidang perfilman, seperti:
- Ahmad Ghandur Kipuw (Sutradara)
- Dr. Suharmono, M.A. (Penulis)
- Edy Wibowo, M.Sn. ( Narasumber workshop tata artistik)
- Ardian Friatna, M.Sn. ( Head of camera department scene hujan)
Sebelum memulai produksi film “Hujan Tanpa Musim”, para peserta dari BBPPMVP juga berkesempatan menonton dan mendiskusikan dua film karya mahasiswa Akademi Film Yogyakarta, yakni “We Used to be Us” dan “Sunyi Sepi Sendiri”. Sesi diskusi ini membuka wawasan baru mengenai dinamika produksi film dan tantangan kreatif yang dihadapi para sineas muda.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Dimas Erdhinta PP, M.Sn. selaku Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) AFY memberikan sesi singkat terkait program PMB Akademi Film Yogyakarta. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam dan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru SMK tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga merasakan langsung pengalaman produksi film bersama praktisi, mahasiswa, dan alumni Akademi Film Yogyakarta,” ungkap salah satu perwakilan panitia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan industri perfilman, sekaligus memperkuat posisi Akademi Film Yogyakarta sebagai pusat pengembangan talenta perfilman di Indonesia.


























